English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified twitterfacebookgoogle plusrss feedemail

Informasi berita tentang kandidat caleg, pemilukada dan pilpres di Indonesia - Kontak Redaksi: (021)271.01.381 - (021)606.36235, Hotline: 08787.882.1248 - 081.385.386.583

Korupsi jangan dijadikan budaya! Pilih pemimpin yang cinta rakyat, bukan cinta kekuasaan! Bagian Iklan Hubungi (021)27101381 - 081385386583


Showing posts with label PKPI. Show all posts
Showing posts with label PKPI. Show all posts

Sunday, March 29, 2009

H. Budi Purnomo, Caleg Hanura No. 6 DPRD Kota Bekasi, dapil Bekasi Barat & Medan Satria

Peduli Anak Yatim Bukan Karena Kampanye

Bekasi, dobeldobel.com
Apa yang dilakukan oleh sebagian besar caleg pada masa kampanye memang sungguh jadi perhatian banyak orang, khususnya Panwaslu. Bahkan tidak sedikit yang melakukan hal-hal sepele yang terkadang bisa mengundang Panwaslu untuk mempermasalahkan, bahkan bisa dikategorikan sebagai pelanggaran kampanye pemilu.

Hal ini pun sangat dicermati oleh caleg Hanura, untuk DPRD Kota Bekasi, H. Budi Purnomo. Jauh-jauh hari sebelum masa kampanye terbuka diberikan, H. Budi sudah melakukan sosialisasi dengan menemui masyarakat langsung ke rumah-rumah mereka. Karena kepeduliannya pada anak yatim begitu besar, sesuai dengan amanah perintah agama yang dicontohkan Nabi Muhammad s.a.w untuk mencintai anak yatim, H. Budi rela untuk menyambangi mereka sekalipun harus berjalan kaki.

Pergi ke pelosok-pelosok perkampungan dan perumahan dimana di situ ada anak yatim, ayah 3 orang anak ini sengaja mencari mereka. Padahal kalo mau diteliti, tidak ada satupun anak yatim yang dia santuni sudah masuk kategori usia pemilih. Jadi jelas ia tidak sedang melakukan kampanye, demikian ungkapnya kepada dobeldobel.com.

Dan lagi apa yang bisa dikategorikan kampanye terselebung dan bisa membuat Panwaslu menganggapnya sebagai pelanggaran kampanye? Momentum yang dia ambil adalah 10 Muharram H, dimana sudah dikenal banyak pada tanggal hijriah itu adalah sebagai lebarannya anak yatim. Kepeduliannya kepada anak yatim itulah yang mendorongnya untuk lebih mengenal masyarakat di tingkat bawah. Dan lagi menjelang masa kampanye terbuka ia memang harus lebih mengetahui situasi dan kondisi di lapangan, terutama daerah-daerah pemilihannya yang nantinya ia akan menjadi wakil rakyat untuk mereka.

Langsung ataupun tidak manfaat yang akan dia terima atas perolehan suara yang mendukung ia, hanyalah anak yatim yang menjadi pusat perhatiannya. Masalah ia mencalegkan diri, itu juga karena masanya yang memang memungkinkan ia harus terjun ke dunia politik sekarang ini.

"Kalau dulu, pada masa pemilu hanyalah memilih caleg partai yang tidak begitu dikenal dan berhubungan secara langsung, maka pada pemilu 2009 inilah saya mau terjun dan berpartisipasi." ujarnya bersemangat. Baginya pemilu-pemilu sebelumnya dia hanya sempat mendukung satu partai yakni Golkar, itu pun karena istrinya adalah seorang pegawai negeri, sementara dirinya adalah seorang pengusaha kontraktor swasta.

Caleg yang mempunyai pupil mata abu-abu kebiruan ini, juga menyayangkan dengan adanya caleg-caleg yang melakukan pembagian sembako dan kemudian dipermasalahkan oleh Panwaslu (tingkat kecamatan di wilayahnya) melempar batu sembunyi tangan. Diapun menegaskan, jelas beda sekali apa yang dilakukan kepada para anak yatim, adalah kepedulian yang tidak berdampak langsung, karena anak yatim biasanya bukanlah calon pemilih (konstituen) bila dilihat dari usianya yang memang belum masuk umur pemilih. Sedangkan caleg-caleg yang memberikan sembako, sepertinya memang tidak mendidik masyarakat karena mereka jadi sangat amat tergantung dengan pemberian sumbangan sembako dari para caleg. Apalagi jelas-jelas sang caleg memberikan sembako dengan cara menukarkan kupon yang ada atribut partai dan foto sang caleg. Siapapun yang mendapat kupon tersebut untuk ditukarkan sembako umumnya adalah mereka yang sudah cukup umur untuk jadi calon pemilih tetap.

Sekalipun demikian, H. Budi Purnomo, lelaki kelahiran Purworejo yang mempunyai senyum manis ini menambahkan, siapapun boleh saja memberikan sumbangan kepada masyarakat. Sepanjang itu tidak saja dilakukan pada masa kampanye, yang jelas sangat sarat dengan pamrih agar dapat dukungan suara. Alangkah baiknya itu mereka lakukan setelah masa kampanye atau kalau perlu seterusnya, karena sebenarnya rakyat memang membutuhkan itu, cuma memang harus melalui mekanisme dan sistem yang terencana dan profesional dan tidak mengakibatkan rakyat menjadi ketergantungan, demikian ungkapnya kepada dobeldobel.com.

H. Budi Purnomo, caleg Hanura yang telah tinggal di Harapan baru semenjak tahun 1987 ini, mengatakan bahwa ia lebih mempersering silaturrahmi kepada masyarakat di lingkungannya tinggal. Baik itu ada koordinasi dengan tim relawannya, maupun tanpa koordinasi. Jadi masyarakat bisa saja menghubungi dia untuk hadir baik itu untuk urusan hajatan, seperti pernikahan, khitanan ataupun arisan dan yang sejenisnya.

Ada kejadian unik saat ia mengadakan arisan di tempat salah satu keluarga dan temannya, dimana karena mengundang pedagang bakso, siomay dan mie ayam dalam satu acara arisan, ia sempat ditegur oleh pihak Panwaslu (Panwascam) karena sepertinya sedang melakukan kampanye, namun dengan tersenyum dia menjawab tidak ada kampanye pada acara tersevut, apalagi tidak ada satu atributpun yang ia bawa. Dari situ dia mulai belajar banyak untuk lebih berhati-hati dengan kegiatan acara yang dia hadiri.

Ada juga dia diundang dalam satu acara, dimana ia sempat dihubungi oleh beberapa ibu-ibu dan tanpa dia duga, dia dimintai sumbangan berupa sembako. Tentunya dia sangat sedih sekali, karena memang H. Budi tidak menyediakan, jangankan 5kg sembako, 1kg saja tidak. Karena bukan itu yang mau ia lakukan dalam sosialisasi.

Satu keberuntungan dari namanya, H. Budi Purnomo mempunyai lawan politik yang sudah lebih dahulu terkenal dan pernah menjadi anggota dewan yang serupa nama depannya. Jadi saat dia bersosialisasi ke tengah masyarakat, dia hanya menjelaskan bahwa ia datang dari partai yang berbeda. Demikian pula namanya yang di belakang, sama dengan caleg partainya, Hanura namun dari DPR RI.

(Sidik Rizal)

------------------------------------------------------
Nama Lengkap: H. Budi Purnomo

TTL: Purworejo, 24 Juni 1959

Alamat:
Jl. Apel 2 no. 6, Perum Harapan Baru 1, Kel. Kota Baru Bekasi Barat
Telp.: 021.886.3530 (Posko)

Ayah: H.R. Sastrosoewarno (alm.)
Ibu: Hj. Juwariyah

Istri: Hj. Sri Purwaning Rahayu
Anak:
1. Laras Chintya Dewi / Laras (S1-Ilmu Komunikasi)
2. Permata Dewi Andanti / Danti (SMA 12 Jakarta)
3. Azhary S. Andantha / Ary (SMP kelas 1)

Riwayat Pekerjaan:
1. Direktur Utama PT. Andalan Kita Prima Semesta, bidang usaha Kontraktor Konstruksi

Riwayat Organisasi:
1. Pengurus RW di Perumahan Harapan Baru 1
2. Pegurus/Ketua RT di Perumahan Harapan Baru 1
3. Pengurus DKM Masjid di Harapan Baru 1, Ketua Bid.III (Konstruksi, Elektri dan Mekanikal)
4. Ketua Koordinator Bekasi Barat KJS (Klub Jantung Sehat) Kota Bekasi
5. Ketua Koordinator Jambore Nasional Jantung Sehat di Purwokerto

Kampanye Terbuka PKP Indonesia Kota Bekasi

Wajah Bahagia dalam Kamera
Sang Profesor Meutia Hatta

Bekasi, dobeldobel.com
Apa yang akan anda bawa ketika sedang berkampanye? Anda pasti buru-buru melongok aksi para caleg ketika berkampanye membeberkan visi dan misinya ke khalayak ramai, mengamati lebih rinci, apa saja yang mereka bawa.

Tapi tengoklah Meutia Hatta kala berkampanye di GOR Bekasi. Setelah turun dari mobil dan berjalan menuju tenda untuk beristirahat sementara, ternyata beliau tidak menenteng tas sebagaimana layaknya perempuan. Tas malah diangsurkan kepada ajudannya, dan yang tertinggal di tangannya adalah sebuah kamera digital single lens reflex. Ya sebuah kamera D-SLR yang digenggam doktor Antropologi, setia menemaninya sampai akhir kampanye.

Siang terik di GOR Bekasi (Minggu, 30 Maret 2009), memang perhelatan PKPI yang memang menjagokan putri Bung Hatta ini sebagai calon RI-1. Selain Meutia, sederet calon anggota legislatif daerah pilihan Bekasi, diperkenalkan kepada khalayak oleh Ketua DPC PKPI H. Supratman, SE, caleg DPR RI no.1 dapil Kota Bekasi dan Depok. Dan jangan heran, kalau sebagian besar dari mereka adalah perempuan. Dalam sambutannya, Meutia mengatakan bahwa calon anggota legislative dari PKPI adalah generasi muda yang diharapkan setelah menjadi anggota legislatif nanti, benar2 melakukan fungsi utamanya, menjadi perwakilan rakyat. “kalaupun ada calon yang tua, itu adalah sesepuh” jelas Bu Meutia. Memang, caleg PKPI, nampak didominasi kaum hawa, dengan penampilan yang “cukup mudah dikenal khalayak”. Mereka cantik-cantik dan muda, komentar salah seorang peserta kampanye kepada dobel-dobel.com.

Suasana kampanye PKPI siang itu memang jauh dari keteduhan. Sinar matahari sedang murah membagikan sinarnya untuk para peserta kampanye. Meskipun demikian, mereka tetap tertib, dan setia mengikuti rangkaian acara kampanye. Terlebih lagi ketika Ibu Meutia hadir di lokasi, sontak mereka berdiri di depan panggung kampanye menyambut kehadiran ibu dari Tansri Yusuf Zulfikar ini. Semuanya berebut untuk memberikan ucapan selamat dating secara langsung kepada sang ibu. Melihat hal ini, Meutia di atas panggung dengan gembira menyatakan, “Kita harus jadi partai model!” Maksudnya, PKPI harus menjadi partai panutan bagi partai yang lain dalam berkampanye, termasuk dalam hal kampanye, yang seyogyanya memang harus dilakukan secara damai.

Menurutnya, PKPI adalah partai yang mengajak untuk memberantas kemiskinan dan bukan menggusur orang miskin. Untuk itu, diharapkan khalayak yang hadir dalam kampanye terbuka di GOR Bekasi tersebut untuk mengajak serta saudara-saudara dan rekan2 yang lain untuk memilih PKPI dalam Pemilu tanggal 9 April nanti.

Meutia Hatta dalam KOMPAS pernah mengatakan, meskipun PKPI menargetkan minimal perolehan suara 7 juta suara, namun ia berharap dukungan yang diperoleh lebih maksimal dan sebanyak-banyaknya. Selain itu, PKPI juga sangat komit dengan kuota 30 persen perempuan di legislatif sebagai amanat undang-undang yang harus dipatuhi. "PKPI harus menjadi partai yang memberi solusi, dengan cara berfikir dengan otak, bukan dengan otot," katanya.

Melihat wajah tersungging senyum dari mantan Ibu Menteri Pemberdayaan Perempuan ini, rasanya memang layak jikalau PKPI mencalonkannya sebagai Capres. Kebahagiaan yang terpancar, ternyata juga menular kepada para penikmat kampanye PKPI siang itu. Apalagi setelah selang pemadam kebakaran memuntahkan air untuk mendinginkan suasana kampanye. Diam-diam, moment ini menjadi perhatian serius Bu Meutia, yang karya2 beliau sudah pernah dipamerkan pada tahun 2005 (Plaza Semanggi, 6-17 April 2005) lalu dalam tajuk Perempuan Dalam Bingkai.

Bagi mereka yang beruntung, ternyata menjadi santapan empuk bagi kamera Nyonya Sri Edhi Swasono ini. Mengarahkan lensa kamera digital single lens reflex-nya ke beberapa wajah terpilih, lalu menekan tombol shutter dengan telunjuk kanan. Lantas terdengar cekrek.. cekrek.. cekrek, suara efek buka-tutup rana kamera. “Saya suka membidik wajah2 yang bahagia” papar singkat nya kepada dobel-dobel.com. “Saya suka memotret mereka” tambahnya, sesaat sebelum memasuki mobil dan bertolak untuk melanjutkan kampanyenya ke

Negeri Serambi Mekkah. Terus mau dikemanakan bu foto-fotonya. “Yah.. kalau ada yang yang berminat, mungkin bisa diterbitkan.” Tukasnya dengan senyum. Yah, Hayo, siapa lagi nih penerbit yang tertarik membukukan karya putri Bung Hatta.

(Dian Purnama Putra & Sidik Rizal)
------------------------------------------------------------------
BIODATA
Nama:
Dr. Meutia Farida Hatta Swasono
Lahir:
Yogyakarta, 21 Maret 1947
Jabatan:
Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan RI, Kabinet Indonesia Bersatu
Agama:
Islam
Suami:
Prof. Dr Sri Edi Swasono

Pendidikan:
 S-3, Antropologi Fakultas Pasca Sarjana Universitas Indonesia, 1991

Pengalaman kerja:
 Deputi Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI bidang Pelestarian dan Pengembangan Kebudayaan, 23 Desember 2003-sekarang
 Ketua Jurusan D-3 Pariwisata Fisip UI, Jakarta, hingga sekarang
 Ketua Umum Yayasan Hatta, 2002-2005
 Ketua Umum Forum Konsultasi Pembinaan Kesejahteraan Sosial Masyarakat Terasing, Departemen Sosial RI, 1995-sekarang
 Peneliti tetap pada Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya, Lembaga Penelitian UI, 1990-sekarang
 Pengajar di jurusan Antropologi Fisip UI, 1984-sekarang

Alamat Kantor:
Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan
Jalan Medan Merdeka Barat No. 15
Jakarta Pusat 10110
Telp. (021) 380.5539, 384.2638

Saturday, March 14, 2009

H. SUPRATMAN, SE. Caleg PKPI No.1 DPR RI dapil Kota Bekasi & Depok

Kegiatan Lomba Memancing
Jadi Ajang Kampanye Efektif


Memang susah sekali "mencari dan mencuri" peluang dalam kampanye. Apalagi aturan perundang-undangan begitu ketat. Sehingga salah sedikit saja buat kegiatan, maka bisa berakibat fatal bagi pencitraan para caleg yang sedang berkampanye. Salah sedikit bisa dibilang money politic, dan urusannya sekarang bisa dipidanakan langsung oleh pihak aparat kepolisian berdasarkan laporan saksi baik itu panwaslu maupun warga biasa.

Baru baru ini, H. Supratman, SE mensponsori lomba memancing yang dilakukan oleh kaum muda di oraganisasi PKP Indonesia DPC Kota Bekasi. Sekalipun mnasih banyak kekurangan dalam penyelenggaraan acara lomba tersbut dari segi promosi dan sosialisasi di tengah masyarakat, namun panitia telah berhasil membangun langkah awal untuk mendapat perhatian orang banyak, Sedikitnya peserta tahu bahwa masih ada caleg yang peduli untuk turun ke tengah masyarakat dan mensponsori kegiatan positif ini.

Memancing sendiri di samping sebuah kegiatan relaksasi dan menyehatkan jiwa, bisa menjadi sebuah kegiatan yang positif dan produktif. Memang Kota Bekasi bukanlah sebuah kota pantai atau kota petani. Tetapi seandainya mau dipertimbangkan oleh semua kalangan khususnya pemerintah daerah, mungkin memancing bisa dijadikan alternatif kegiatan dan program pemerintah demi membentuk pamor kota Bekasi sebagai kota wisata dan penunjang ibukota.

Boleh dong kalo kita merebut perhatian masyarakat di seluruh pulau Jawa misalnya pemerintah mau lebih serius menjadikan kota Bekasi sebagai Kota Pemancingan Air Tawar. Coba saja kalau pemerintah mau mensponsori lomba memancing seperti halnya yang dilakukan oleh H. Supratman, SE sang caleg DPR RI PKPI ini dengan idealisme, membangun citra baru Kota Bekasi yang Cerdas, Sehat dan Ihsan. Cerdas yang bagaimana? Cerdas seluruh lapisan masyarakatnya. Mulai cerdas membangun karakter warga Bekasi, yang memang selama ini kehilangan jati diri budaya daerahnya. Habis mau bagaimana lagi, saat ditanya orang, "Apa seih kebudayaan lokal Bekasi yang ada?" Bisa anda menjawabnya?

Nah bagaimana kalau kita ciptakan ikon baru tentang Kota Bekasi. Di wilayah Kota Bekasi sangat banyak area-area tanah kosong dan Rawa-rawa yang sangat potensial untuk dijadikan kolam perikanan. Terutama sekali di daerah Tambun Utara (memang iuni termasuk kabupaten Bekasi). Tapi yang saya maksudkan di sini adalah bagaimana membangun karakter budaya Bekasi pada skala keseluruhan, yakni Kabupaten dan Kota Bekasi.

memancing adalah satu kegiatan yang juga sangat akrab dengan tipe warga asli Bekasi. Duduk santai menanti umpan termakan ikan, mata mengantuk nikmat namun tetap bisa menghasilkan(artinya tetap bisa produktif). Maaf saja kalau saya katakan ini adalah tipikalnya warga asli Bekasi. Nyantai, ngantuk tapi maunya duit datang sendiri... Ya kan? Lalau kenapa nggak menggalakkan saja budaya memancing di air tawar (Awas jangan salah baca!!! Jadi memancing di air keruh).

Kalau anda setuju maka pastinya ide brilian kaum muda PKPI yang disponsori oleh H. Supratman ini bisa dilanjutkan. Tak usahlah saat kampanye saja dan tak harus dari partai p[olitik tertentu saja. Partai manapun bisa jadi sponsor. Malah kalau perlu seluruh kampanye bisa dilakukan di area pemancingan kolam air tawar ini. (Eiits... jangan curiga dan nuduh saya adalah sponsor tempat pemancingan... terus terang saja, saya bukan pemilik tempat pemancingan, juga bukan saudara atau apalah). Yang jelas, kegiatan acara ini sangat bagus buat semua orang Bekasi dan Jakarta juga serta untuk semua kalangan, baik itu yang muda atau tua, kaya atau miskin, berpendidikan atau tidak. Yang terpenting memancing adalah satu hobi tanpa batasan kelas.

Semoga saja H. Supratman mau mensponsori acara ini bukan saja saat kampanye caleg tapi di lain waktu di masa mendatang. Semoga

H. Supratman: BERI YANG MUDA KESEMPATAN!

BIAR BAGAIMANAPUN MEREKA DALAM PROSES BELAJAR UNTUK MENJADI ORANG BESAR DI KEMUDIAN HARI

H. SUPRATMAN, SE. Caleg PKPI No.1
DPR RI dapil Kota Bekasi & Depok

Bekasi, dobeldobel.com
Mewawancarai seorang Ketua partai tidaklah sesulit seperti yang dikuatirkan oleh banyak wartawan. Mungkin protokoler yang menjadi "sumber" keengganan para kuli flashdisk gak akan ditemui saat orang-orang besar itu masih "calon" atau "bakal".

Itulah sebabnya saya lebih senang memburu caleg atau kandidat pilkada atau pilpres. Daripada menuliskan berita mereka saat mereka telah duduk di kursi jabatan. Bisa bayangin kan kenapa?

Saat itulah (saat prosesi pencalonan) sebenarnya waktu yang tepat membangun lobby dan mewawancarai mereka. Namun begitu, saya mendapatkan tanggapan yang sangat mengezutkan (maaf tidak saya tulis mengejutkan, karena saya sangat terkejut sekali...) ada seorang caleg yang begitu open minded dan berfikir positif kala dikejar wartawan profil seperti saya. Bahkan secara implisit dia memberikan sinyal, bahwa dia siap dihubungi kapan saja sekalipun sudah duduk di dewan nantinya atau menjabat jabatan eksekutif sekalipun. Kalau perlu tanpa protokoler yang njelimet. I hope so...!

Orang itu adalah H. Supratman, SE. MH. calon anggota legislatif DPR RI dari PKPI no.1 dapil Jabar VI: Kota Bekasi & Depok. Menurut Supratman (sebentar ya, saya kok jadi ingat film superhero... Pasti masa mudanya dia dipanggil Supratboy), sistem pemilu 2009 ini memang sangat jauh berbeda dengan tahun 2004. Kalau dulu 2004 rakyat terpaksa memilih partai untuk calon-calon wakil mereka di dewan, maka sekarang 2009 rakyat lebih jelas memilih figur-figur yang LEBIH dikenal dan langsung.

Dan bagaimana setiap partai menyikapinya dengan caranya sendiri. Bila di partai lain memberikan penghargaan buat caleg yang telah berjuang namun gagal mencapai BPP kemudian tidak mendapatkan kursi karena harus diberikan kepada caleg dengan perolehan suara terbanyak, maka partai akan mengganti mereka dengan uang jasa (apresiasi) sesuai dengan jumlah suara yang diperolehnya. Lain dengan PKPI Kota Bekasi, walaua tak tertulis di dalam aturan main (AD/ART kepartaian), tapi wacana "saling pengertian" buat caleg-caleg yang telah berhasil memperoleh suara banyak (tapi bukan terbanyak) sehingga memberikan sumbangan yang berarti buat caleg lain samapai mendapatkan satu kursi. Maka untuk diharapkan caleg yang ditunjuk partai untuk menduduki kursi tersebut memberikan "uang jasa" terhadap prestasi caleg lainnya sesuai dengan jumlah suara perolehannya.
Namun itu semua masih wacana. Kebijakan partai tentunya ditentukan dalam rapat kerja dan rapat partai di berbagai tingkatan daerah.

Bagi saya, H. Supratman, yang juga selaku Ketua DPC PKPI Kota Bekasi memberikan harapan buat caleg-caleg lainnya di tingkat Kota dan Propinsi. Itulah sebabnya banyak caleg-calegnya di tingkat DPRD II Kota Bekasi yang muda usia. Bahkan anaknya pun diberi kesempatan, walau harapn untuk mendapatkan kursi tidaklah sebesar caleg-caleg dari partai lain. Namun hal itu tidak mengecilkan harapan mereka, karena bagi penggemar olah raga sepak bola dari kecil ini, dia ungkapkan bahwa, "Sekarang inilah kesempatan buat mereka untuk memulai sesuatu di dunia politik. Usia mereka kan masih muda, masih punya langkah panjang di masa mendatang. Di sini lah proses pembelajaran buat mereka!".

Hal ini tentunya bisa dimaklumi, karena semasa mudanya, sang kontraktor ini saat bekerja pertama kali di United Tracot (Industri alat berat Astra Group) karena prestasinya bermain bola. Perusahaan besar nasional itu memberikan kesempatan padanya di usianya yang sangat muda, 21 tahun. Karena perusahaan ingin memilik pemain bola berbakat yang profesional, akhirnya Supratman muda (dulu mungkin namanya Supratboy, kali yah???) bekerja sebagai staf administrasi keuangan. Mulai dari tingkatan terbawah hingga 15 tahun kemudian menjadi Kepala Cabang UT di daerah.

Karena pengalaman itulah maka dia sangat menghargai anak muda yang kreatif dan mau berjuang dari muda. Hal ini juga mempengaruhi pandangan politisnya saat dia menjabat menjadi Kertua DPC PKPI di Kota Bekasi. Semua generasi muda harus diberi kesempatan. Karena dari merekalah nanti negara ini akan dipimpin. Hal ini juga dipengaruhi oleh kekagumannya pada sosok Bung Hatta dan putrinya, Dr. Meutia Hatta.

Adanya perbedaan pemilu di tahun 2004 dengan 2009, Supratman yang menilai bila 2004 kita lebih memilih partai, sehingga partainya mempersiapkan kader-kadernya untuk no.1 dan berkualitas atau tidak maka mereka akan dapat dipastikan duduk di dewan saat setelah partai berhasil memeperoleh BPP. Tidak halnya dengan pemilu tahun 2009, dimana rakyat lebih memlih orangnya. Itulah sebabnya, PKPI Kota Bekasi dan nasional tidak terlalu muluk, dalam target. Bila di tahun 1999 PKPI berhasil memilik anggota dewan sebanyak 215 di DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD II serluruh Indonesia. Kemudian 2004 anggota dewan meningkat menjadi 264 orang di seluruh Indonesia dengan jumlah pemilih mencapai 1,5 juta orang. Dan secara realistis PKPI memasang target 4,5 juta suara di seluruh Indonesia agar tercapai parliament threshold. Dan target yang tidak terlalu muluk ini bisa kita capai sehingga kami bisa mengikuti pemilu 2014, demikian cetusnya berharap.

===========================================================
BIODATA
Nama Lengkap: H. SUPRATMAN, SE. MH.

TTL: Medan, 4 Mei 1959

Alamat:
Jl. Jend. Ahmad Yani No.93 Bekasi 17141, Telp/Fax 021.824.31596
e-mail: supratman_mpa@yahoo.co.id
HP.: 0812.9157620

Nama Istri: Hj. Indah Rusdiniati
Mempunyai 3 orang anak
1. Laki-laki semester 6
2. Laki-laki kelas 2 SMA
3. Putri kelas 2 SD

Latar Belakang Pendidikan:
1. Sarjana Ekonomi Universitas Langlang Buana, Bandung
2. Magister Hukum, Universitas Borobudur, Jakarta

Riwayat Pekerjaan:
1. 1980 - 1995 direkrut sebagai pemain bola dan Bekerja di UT (United Tractor), mulai bagian paling rendah sebagai staf administrasi, Accounting & Finance, hingga Kepala Cabang.
2. Berwiraswasta & Pemilik Kontraktor Supplier Alat Berat
3. Pemilik Kontraktor Supplier untuk Perusahaan Minyak Asing

Riwayat Organisasi:
1. Ketua DPC PKPI Kota Bekasi
2. Ketua BARINDO Kota Bekasi
3. Ketua Umum Masyarakat Sumatra Bersatu
4. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Alat Berat Rekondisi (Aparasi) - Organisasi Profesi
5. Penasihat Aparasi

H. SUPRATMAN, SE. Caleg PKPI No.1 DPR RI dapil Kota Bekasi & Depok

GOLPUT BUKANLAH PILIHAN ALTERNATIF
BAGI YANG MAU DEMOKRASI DINAMIS

Bekasi, bekasi-online.com
Saat saya mewawancarai seorang caleg PKPI no.1 untuk DPRD Kota Bekasi, M.O. Maramis, SE.SH, saya direkomendasi untuk mewawancarai caleg DPR RI PKPI untuk dapil Kota Bekasi & Depok, yang kebetulan juga ketua umum DPC PKPI Kota Bekasi. H. Supratman, SE seorang pengusaha kontraktor bidang alat berat dan mantan karyawan UT (United Tractor). Menemuinya nggak perlu berlama-lama dan susah, cukup menjelaskan maksud tujuan saya ketemu lalu ia minta draft interview agar gampang memberikan jawaban dan wawancara tidak lari kemana-mana.

Kontak XAMthone Plus Bekasi (021)606.36235 - 081.385.386.583

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

ChatBox

Popular Posts