English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified twitterfacebookgoogle plusrss feedemail

Informasi berita tentang kandidat caleg, pemilukada dan pilpres di Indonesia - Kontak Redaksi: (021)271.01.381 - (021)606.36235, Hotline: 08787.882.1248 - 081.385.386.583

Korupsi jangan dijadikan budaya! Pilih pemimpin yang cinta rakyat, bukan cinta kekuasaan! Bagian Iklan Hubungi (021)27101381 - 081385386583


Showing posts with label Caleg Wanita. Show all posts
Showing posts with label Caleg Wanita. Show all posts

Thursday, March 12, 2009

Ada lagi baliho yang lucu walau ngikut-ngikut

Kemarin ini saya dihubungi oleh seorang fotografer dari harian Reuters Inggris karena tulisan saya di blogs ini mengenai alamat dimana saya dapatkan lokasi baliho Damin Sada yang berdampingan dengan Obama dan Osama bersalaman.


Pada awalnya saya terkejut, tapi saya coba cari tahu berita apa seh yang sudah dan pernah dimuat Reuters Inggris itu yang ada kaitannya dengan Obama dan Osama. Ternyata saya tahu kemudian bahwa, Reuters pernah "SALAH KETIK" nama calon presiden AS, Obama menjadi Osama. Hal itu menuai protes di negeri Paman Sam. Banyak rakyat Amerika Serikat yang tidak setuju, dengan salah tulis, ketik nama capres mereka dari Obama dan Osama. (Logikanya, kalau salah tulis, berarti tulisan tangannya sama banget antara huruf "b" dan "s". Terus kalau salah ketik? Lihat aja tuts-nya di kibod, emang huruf "b" deket dengan "s"?

Monday, February 2, 2009

20% Education Budget Allocation Unsafe

sumber : http://www.sfeduresearch.org/content/view/357/77/lang,id/ Tuesday, 07 October 2008

JAKARTA, MEDIA INDONESIA - The allocation of the education budget of 20% in the RAPBN 2009 is unsafe because it can be affirmed that it will not be managed properly. The larger the education budget, the higher the possibility of leaking, in regards the corruptive mental of the managers of the budget.

"I am worried about the increase in the education budget as much as 20% in the RAPBN 2009, without company of tight supervisory commitment and well-prepared program. Corruption will bloom again,” says education observer of Universitas Negeri Jakarta, HAR Tilaar, in Jakarta, yesterday. This evaluation was delivered in response to the findings of BPK and the report submitted by Indonesia Corruption Watch (ICW) concerning the mismanagement and misuse of budget at the Department of Education in the second semester 2007 which reached more than Rp815 billion {Media Indonesia, (9/24). According to Tilaar, the misuse of the education budget is not only the faults of asset management but it is also caused by the non-existence of program according to the needs at the organization control system of the central government.

Critics towards this misuse were also mentioned by member of Commission X DPR RI Aan Rohanah which considered the Department being too contented with the increase of budget without having any clear program.

"Asset management and organization must be improved by the Department of Education. The General Inspector should not merely proclaim an acknowledgment but also a soulution on how to solve the problem,” says Aan.

The weakness in asset management which was indicated by Tilaar and Aan is what gives opportunity to corruption. However, this was objected by the General Inspector of the Department of Education Muhammad Sofyan in a press conference, yesterday.

"If there is in fact a misuse, what kind is it? The budget misuse meant by ICW does not automatically classify under corruption. Procurement at the Department of Education is always accompanied by proof and physical form,”

He even concludes that the misuse mentioned by BPK is only limited to the weakness in asset management.

=====================================================================

SUMBER : ANTARA NEWS

Tuesday, 16th September 2008 11:16

Jakarta, (ANTARA News) - The House of Representatives (DPR)`s Comission X is satisfied with the Indonesian government`s decision to put 20 percent of the 2009 State Budget (RAPBN) aside for education.


The favorable comments were heard here Monday in a working meeting discussing the 2009 State Budget between the Comission X and representatives of the minitries of national education, culture and tourism, and youth and sport affairs.

"To make use of it maximally, the government must make priority and educational top programs," a legislator from the Prosperous Justice Party (PKS) faction, Aan Rohanah, said.

"The government must increase the quantity and quality of the budget for School Operational Service (BOS)," she said, adding that the Constitution clearly stated that "Each and every citizen must enjoy elementary education and the government must pay for it."

The welfare of teachers and lecturers was also a topic of the meeting.

"The government must pay extra attention to efforts to increase the qualifications, professionalism and welfare of teachers and lecturers," said Rohanah, adding that without professional and adequately-paid teachers, education in Indonesia would not improve nor be competitive.

The allocation for education in the 2009 State Budget had been set at Rp75.551 trillion or up significantly from only Rp 48 trillion in the 2008 State Budget.(*)

COPYRIGHT © 2008 Antara News

Sunday, February 1, 2009

Halidah Hatta, Caleg Gerindra no.1 dapil DKI Jakarta 2

Beda Partai, Meutia & Halidah Hatta
Tak Mau Disebut Jago Kandang
Elvan Dany Sutrisno
- detikPemilu


Jakarta - Sejumlah anak-anak dari tokoh Indonesia ramai-ramai merapatkan barisan sebagai caleg dari berbagai partai. Salah satunya dari keluarga Hatta, Halidah Hatta dan Meutia Hatta. Namun keduanya berbeda partai karena tak mau dibilang jago kandang.

"Kalau kita berdua dalam satu partai, berarti seperti berada dalam satu keranjang cuma jago kandang," ujar Halidah di Warung Sehat dan Murah miliknya di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (31/1/2009).

Menurut Halidah, selama ini orang tidak menganggap Bung Hatta. Padahal Bung Hatta adalah a head of this time (founding father). Setiap pemikiran Bung Hatta tidak pernah diadopsi.

"Kalau ada yang diadopsi misalnya koperasi malah dipelintir. Seharusnya itu kan bottom-up tetapi yang terjadi tidak demikian," jelasnya.

Dengan alasan itulah, kedua kakak beradik Hatta ini memutuskan masuk ke partai yang berbeda. Dirinya di Gerindra, sedangkan Meutia di Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).

"Sehingga dengan adanya Halidah di sini dan Meutia di sana, maka akan semakin tersebar. Itu pemikiran Bung Hatta. Sehingga azas ekonomi kerakyatan dapat dirasakan rakyat," tegasnya. ( gus / ndr )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

=======================================================================

Sabtu, 31/01/2009 11:49 WIB

Caleg Gerindra
Halidah Hatta 'Dagang' Soto Ayam,
Warga Kebayoran Lama Makan Gratis

Elvan Dany Sutrisno - detikPemilu

Jakarta - Caleg nomor 1 dapil DKI Jakarta 2 Halidah Hatta akan meresmikan Warung Sehat dan Murah Gerindra. Warung itu akan dibuka di Jl Pulo Kenanga Raya, Kemandoran, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (31/1/2009).

Warung ini akan menjual soto ayam seharga Rp 4.000 dan minuman seharga Rp 1.500. Peresmian warung ini akan diramaikan dengan 3 diva dan Yuni Shara. Di warung tersebut, terpasang poster bergambar Halidah dengan nomor pilihannya dan gambar serta nomor Partai Gerindra.

Jelang peresmian, 3 diva bersama Halidah saling ngobrol dengan sejumlah warga sekitar yang berkerumun di dekat warung. Warga ingin bertemu dan melihat selebriti papan atas Indonesia dan anak tokoh Indonesia tersebut.

Rencananya, Halidah akan membagi-bagikan soto ayam secara gratis kepada warga setelah peresmian. (gus/ita)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Monday, January 26, 2009

SUHARTI, CALEG DPRD KOTA BEKASI DAPIL BEKASI SELATAN & JATI ASIH, DARI PAN

5 ALASAN MENGAPA MASYARAKAT BEKASI SELATAN DAN JATIASIH
MEMILIH SUHARTI


Pengabdian seorang guru terhadap anak didiknya sudah sering kita ketahui dari berbagai media. Karena dari merekalah lahir orang-orang besar yang kelak memimpin negeri. Sebagai contoh, presiden Amerika Serikat yang baru kemarin dilantik, Barack Obama, Jr. adalah salah satu anak didik yang dihasilkan dari tangan guru-guru SD ASISI Jakarta. Siapa menyangka termasuk para guru-guru SD Asisi bila salah satu murid mereka menjadi orang paling nomor satu di dunia, yakni pemimpin negara super power. Sekarang bagaimana bila para pendidik-pendidik itu (sang guru) yang mau melakukan perubahan atau mau berbuat suatu yang lebih besar dari pengabdiannya sebagai guru. Bukan berarti pengabdiannya sebagai guru adalah hal kecil, namun seandainya ia bisa berbuat sesuatu yang lebih awal dalam hal perubahan mengapa tidak.

Karena hal tersebutlah, maka kita akan mengerti bila ada seorang guru yang mau mencalonkan dirinya menjadi anggota legislatif. Karena ia merasa mungkin dengan pengabdiannya itu, dia bisa menyegerakan keinginannya dan impiannya dalam menciptakan manusia yang kelak bermanfaat bagi negeri ini.

Janganlah heran sudah banyak berapa guru yang menelorkan orang-orang besar seperti presiden, menteri, duta besar, dokter, insinyur dan pengusaha-pengusaha besar. Setidaknya ia telah berjasa membangun SDM bangsa ke tingkat yang lebih baik, menjadikan murid-muridnya lebih pandai dan lebih siap menjadi manusia seutuhnya. Namun bagaimana dengan kesejahteraan sang guru (pahlawan tanpa tanda jasa) ini dengan begitu banyak jasa yang telah dia berikan buat pembangunan bangsxa ini?

Mungkin dengan alasan itulah, seorang guru SD mau menjadi calon anggota legislatif. Niat mulia meningkatkan kesejahteraan para guru, yang nantinya pasti akan berimbas dengan peningkatan kualitas pembelajaran dan pendidikan tiu sendiri secara langsung maupun tidak langsung. Logikanya adalah, semakin sejahtera seorang guru, makin semakin baik kualitas pelayanan dan pengajaran bagi para anak bangsa ini. Dan semakin baik proses belajar mengajar bagi para siswa, maka semakin baik pula peningkatan ilmu dan kualitas anak bangsa ini.

PADUAN ANTARA KECERDASAN INTELEKTUAL, KETRAMPILAN FISIK, DAN KECERDASAN SPIRITUAL YANG SEIMBANG ADALAH IMPIANNYA UNTUK ANAK BANGSA

Ada 5 alasan mengapa Suharti memberanikan diri untuk menjadi caleg DPRD II Kota Bekasi dengan kendaraan PAN. Dan diapun mendapat nomor urut 5. Kelima alasan tersebut dijelaskan berikut ini.

ALASAN PERTAMA:
Adalah Suharti, seorang guru SD yang terpanggil ingin meningkatkan kesejahteraan para guru, khususnya di wilayah Kota Bekasi. Suharti yang juga Wakil Sekretaris DPD PAN Kota Bekasi, mempunyai keinginan bukan saja peningkatan kualitas pelayanan pendidikan di kota Bekasi dalam bentuk Pendidikan Gratis, namun juga peningkatan kesejahteraan guru secara simultan.
Pengabdian dirinya sebagai guru yang sudah lama ia berikan sudah mendarah daging semenjak ia masih duduk di bangku SMP. Suharti terbiasa mendisiplinkan diri sebagai pelajar sehingga banyak mendapat nilai baik. Tidak ada cita-citanya yang lain selain keinginannya menjadi seorang Guru.

Alasan utamanya menjadi guru adalah bisa memberikan ilmu kepada sesama sebagai perbuatan yang sangat mulia dibarengi dengan harapan besar mampu mencerdaskan kehidupan bangsa.
Ini berarti bahwa kepeduliannya pada pendidikan bukanlah semata membekali anak didik dengan ilmu pengetahuan semata, namun juga ketrampilan hidup dan kepanduan, karena apa yang bisa diberikan dalam kepramukaan adalah satu hal yang sangat mendasar dalam memberikan kemampuan untuk bertahan hidup dan ketrampilan hidup yang sangatlah dibutuhkan oleh semua anak didik. Bekal ilmu pengetahuan (intelektual), ketrampilan hidup (fisik) dan kekuatan ruhani (mental) adalah faktor yang sangat mendasar dalam pengembangan anak-anak.

ALASAN KEDUA:
Bersamaan dengan perhatian Suharti kepada proses pendidikan dan pengembangan anak didik, ia juga aktif di dunia kepramukaan (kepanduan). Di kepramukaan ia dikenal dengan panggilan kecilnya "Kak Hang", yang menggambarkan kedekatannya dengan para anak didiknya.






Suharti adalah juga seorang Pembina Pramuka pada Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Bekasi. Dengan kegiatan kepramukaan, Suharti bisa berbuat banyak dalam hal sosial. Baginya kepramukaan merupakan sebuah wadah untuk menempa hidup dengan penuh daya juang, kemandirian dan menumbuhkan jiwa membantu sesama, khususnya dalam pembinaan generasi muda di Kota Bekasi. Keinginan luhur dan tulusnya membina generasi muda melalui gerakan kepramukaan telah ada semenjak pertama kali menjadi anggota pramuka.

Hingga kini pun, Suharti berupaya untuk membina generasi muda melalui kegiatan pramuka, hingga tak ada waktu luang tanpa aktivitas positif begitu tertanam di dalam jiwanya.


ALASAN KETIGA:
Aktivitas Suharti di partai politik bukanlah hal yang baru sekarang ini dia lakukan, apalagi karena menjelang kampanye saja. Wanita yang bersuamikan Teguh Supriyadi ini, telah menyibukkan diri semenjak Pemilu tahun 2004 lalu, hingga kini pun ia telah duduk sebagai Sekretaris Bidang Pemberdayaan Perempuan DPD PAN Kota Bekasi.


Foto Bersama Istri Calon Walikota Bekasi Mochtar Mohamad dan Istri Calon Wakil Walikota Rahmat Effendy.







Dalam kegiatan politik beberapa tahun terakhir, ia turut aktif berkiprah menunjang kesuksesan pelaksanaan Pilkada Kota Bekasi tahun 2008 lalu dengan mendukung M2R (Mochtar Mohamad - Rahmat Effendy) dalam menghantarkan nota kesepakatan Sekolah Gratis di Kota Bekasi. Kemudian pada Pilgub Jawa Barat 2007 lalu dengan mendukung HADE (Heryawan & Dede Yusuf) dalam menghantarkan Nota Kesepakatan tentang Pengentasan Pengangguran.











ALASAN KEEMPAT:
Masalah Kecerdasan Spiritual (Mental) yang juga menjadi perhatian Kak Hang, mendorongnya untuk mendirikan dan mempelopori terbentuknya Gerakan Masyarakat Peduli Akhlaq Mulia (GMPAM) bersama seorang tokoh masyarakat dan Anggota DPR RI, Irsyad Sudiro. Di dalam wadah GMPAM dia bisa berbuat banyak terhadap lingkungan sosial di sekitarnya. Di samping mengajak kalangan atas untuk beramal dan berakhlaq mulia juga menyantuni kalangan bawah dalam bentuk memberikan santunan sosial kepada mereka,


Kepeduliannya terhadap perkembangan dunia informasi dan pembangunan akhlaq di Indonesia, khususnya di Bekasi sangatlah intens. Sehingga segala sesuatu yang berhubungan dengan kondisi pendidikan akhlaq bangsa ini menjadi sangat penting. Adanya perkembangan teknologi informasi justru menjadi isu utama dalam pembentukan akhlaq mulia. Seperti pornografi dan pornoaksi melalui media televisi dan internet. Betapa banyak kemudahan teknologi yang kini mulai terjangkau oleh masyarakat luas, terkadang bisa menjadi bumerang bagi perkembangan budaya sosial bangsa kita. Suharti merasa LSM GMPAM perlu melakukan pengawasan dan pengendalian agar perusakan moral dengan media pornografi dan pornoaksi bisa dikurangi atau dihilangkan sama sekali. Segala kampanye tentang gerakan anti pornografi dan pornoaksi sangat didukung oleh GMPAM yang didirikannya ini, termasuk hal-hal lain yang bisa mengancam keberadaan anak bangsa ini.

ALASAN KELIMA:
Kak Hang ternyata juga mempunyai LSM, yakni Suharti Center, yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan dan pendidikan, dimana dia bisa berkiprah dan berinteraksi dengan masyarakat luas baik dari kalangan orang tua murid maupun para guru yang ada di Kota Bekasi. Salah satu masalah sosial yang juga menjadi pusat perhatiannya adalah KDRT (Kekerasan dalam Rumah Tangga).





LSMnya menerima segala keluhan dari warga sekitarnya bila mengalami masalah dalam rumah tangga. Banyak sudah Suharti Center berkiprah dan berinteraksi dengan masyarakat, seperti Pemberian Sembako buat kaum dhuafa, khitanan massal, menyediakan tempat untuk kaum ibu-ibu mengikuti program Kejar Paket A, pemotongan dan penyaluran hewan Qurban dan Santunan kepada kaum Lansia (lanjut Usia) dalam bentuk Wisata Bersama para lansia.



Baginya dengan memberikan hiburan dalam bentuk kegiatan wisata bersama para lansia membuktikan bahwa kepeduliannya pada masyarakat bukan saja kepada generasi mudanya namun juga generasi seniornya yang telah melahirkan dan membesarkan generasi sekarang ini. Pengabdiannya dan penghormatannya kepada generasi senior ini bertujuan bahwa kita harus menghargai orangtua kita dan menyayangi mereka sebagaimana mereka telah menyayangi kita sewaktu kita masih kecil dan membesarkan kita kaum muda sehingga seperti sekarang ini. Dari perawatan para kaum tua (lansia) inilah sehingga kita bisa merasakan kehidupan kini, jadi wajar bila kita membalas kebaikan para lansia yang juga orangtua kita sendiri ini dalam bentuk hiburan wisata bersama. Dengan harapan, mereka bisa merasakan kebahagiaan dan kesenangan setelah berwisata bersama dan bisa tetap saling mengekspresikan kasih sayang dan tali silaturrahim antara kaum muda dan kaum tua.

Hal inilah yang ia rasakan bahwa ternyata itu semua masih memerlukan satu kekuatan yang lebih besar lagi agar segala masalah yang sering dihadapinya bisa cepat dan lebih mudah terselesaikan. Hal yang dimaksud itu adalah kekuatan sebagai anggota legislatif.

Dengan segala track record yang dimiliknya itu, Suharti merasa sudah siap untuk bisa bertarung dengan para caleg-caleg dari partai lain di wilayah pemilihannya Bekasi Selatan dan Jati Asih. Yang diinginkannya adalah doa restu dan dukungan penuh dari para orang tua murid dan semua komponen masyarakat yang pernah berinteraksi dengan dirinya baik melalui LSM dan organisasi politiknya.

========================================================================

Nama Lengkap :
SUHARTI, S Pd.

Panggilan (Nama Kecil) :
Hang

TTL:
Malang 17 Februari 1970

Tinggi/Berat: 168cm/60kg

Status: Menikah
Nama Suami:
Teguh Supriyadi, M.Pd.

Pekerjaan Suami:

-- Kepala Sekolah SDI Al-Azhar 14 Semarang
-- Kepala Sekolah SDI Al-Azhar 11 Surabaya
-- Kepala Sekolah SDI Al-Azhar 27 Bogor
-- Wakil Kepala Sekolah SDI Al-Azhar 9 Kemang Pratama
-- Guru Olahraga SDI Al-Azhar 6 Jaka Permai
-- Guru Olahraga SMI Al-Azhar 3 Kebayoran Baru

Jumlah Anak: 3
1. Moh. Raja Mukti Samiarjo (11 thn, Darul Rahmah, MTs)
2. Pangeran Akbar Maulana Ismail (7 thn, kelas IV SD)
3. Ratu Aisyah Bahagia (3 thn, TK)

Alamat: Jl. Parkit Raya No. 12 Kayuringin, Bekasi Sleatan
Telp.: (021) 8885.3198, HP: 0815 8772187
Telp.: (021) 7023HANG
Agama/Kebangsaan: Islam/Indonesia

Riwayat Pendidikan:
--SD Malang Jawa Timur (1984)
-- SMP Malang Jawa Timur (1987)
-- SPG Malang Jawa Timur (1990)
-- D2 Perguruan Tinggi Bekasi (1997)
-- S1, STKIP PGRI Sukabumi (2008)

Training & Seminar:
-- Loka Karya tentang Penghijauan Nasional thn 1988 sebagai Peserta
-- Kursus Teater (1990-1993) di Jakarta, Sebagai Peserta
-- Kursus Mahir Dasar (Pramuka) 120 jam thn 1991, Bekasi sebagai Peserta
-- Pelatihan Pamong Saka Wanabakti, thn 1994, bandung sebagai Peserta
-- Pelatihan Panitia Nasional thn 1995, Jakarta sebagai Peserta
-- Lomba Tingkat V Nasional thn 1995, Cibubur sebagai Panitia
-- Lomba Tingkat IV Jawa Barat, thn 1995, Jatinangor (Sumedang) sebagai Panitia
-- Seminar Gender, thn 1995, Bandung sebagai Peserta
-- Kursus Pelatih Pramuka, thn 2001, Bandung sebagai Peserta
-- Jambore Cabang Kota Bekasi sebagai Panitia
-- Kursus Mahir Pramuka sebagai Panitia & Penguji Materi
-- Kursus Mahir Dasar Pramuka thn 2004, Bekasi sebagai Pimpinan
-- Jambore Daerah Ringkat Provinsi (09 - 16 Juni 2005) bid Pariwisata, sebagai Ketua
-- LKAD Angkatan IV PAN Kota Bekasi 2006
-- Jambore Nasional & ASEAN (06 - 23 Juli 2006) Sumedang (Jabar) sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Monitoring dan Pelaporan

Riwayat Organisasi:
-- Ketua karang Taruna, thn 1987 Malang, Jawa Timur
-- Pembina Pramuka dari thn 1990 s/d sekarang di Bekasi, Jawa Barat
-- Pembina OSIS SMP Al-Huda, thn 1990 - 1993, bekasi Jabar
-- Andalan Ranting Ur Penggalang Putri thn 1995-1998, Bekasi, Jabar
-- Pelatih Cabang Kota Bekasi, thn 2000 s/d sekarang
-- Pengurus Pramuka Kota Bekasi, Bid. Usaha 7 Pendanaan thn 2004-2007
-- Caleg Bekasi Timur tahun 2003
-- Kongres PAN (07-10 April 2005) sebagai Peninjau
-- Musda PAN (24-25 Juni 2005) sebagai Peninjau
-- Pengurus Sakabakti Husada Periode 2005-2010
-- Pengurus Pramuka Kota Bekasi periode 2006-2011
-- Kabid. Pendidikan PPA (Perhimpunan Perempuan Amanat) Kota Bekasi thn 2005-2010
-- Sekretaris DPD PAN Kota Bekasi Bid. Pemberdayaan perempuan thn 2005-2010
-- Pengelola kedai pramuka Kota Bekasi 2007
-- pengurus Komiter Gerakan Masyarakat Peduli Akhlak Mulia (GMPAM) Kota Bekasi

Riwayat Pekerjaan:
-- Guru SDI Al Huda, Bekasi, 1990-1995
-- Guru SMP Al Huda, Bekasi, 1990 - 1995
-- Guru SD Kaliabang Nangka, Bekasi, 1992 - 1994
-- Guru SD Bekasi Timur IV, Bekasi, 1993 - 1996
-- Guru SD Bekasi Timur I, Bekasi, 1993 - 1996
-- Guru SD Al Husna, Bekasi, 1996 s/d sekarang
-- Direktur CV Pandu Citra Mandiri



Riwayat Organisasi:
- Wakil Sekretaris DPD PAN Kota Bekasi
- Bid. Pemberdayaan Wanita DPD PAN Kota Bekasi
- Pendiri LSM Suharti Center
- Pendiri & Pelopor GMPAM
- Pembina Pengurus Pelatihan Pramuka Kota Bekasi

Monday, December 29, 2008

A. A. AYU TRIYANA TIRA, CALEG DPRD PROPINSI BALI PDIP, NO. 2, DAPIL KAB. BADUNG


KEISTIMEWAAN SISTEM PERTANIAN SENGKEDAN DI BALI JADI TAK BERARTI KARENA TIADA DIDUKUNG PEMERINTAH DAERAH DALAM DISTRIBUSI HASIL TANI.

Dobeldobel dot com mewawancarai A. A. Ayu Triyana Tira melalui handphone, karena kebetulan ia sedang giat-giatnya lakukan sosialisasi di wilayah Badung. Untungnya dia mau meluangkan waktu sejenak untuk menjawab pertanyaan kami. Caleg wanita PDIP yang sudah berjuang untuk jadi caleg semenjak tahun 1999 ini, kemudian kembali jadi caleg tahun 2004 walau tak terpilih namun Ayu meraih suara tertinggi dari seluruh caleg wanita di Bali, karena nomor urutnya 4 saat itu, dan ia gagal meraih kursi. Kini dengan keluarnya keputusan MK dengan Perpu yang baru untuk perolehan suara terbanyak murni, maka ia seperti kembali mendapatkan adrenalin meningkat dalam dirinya untuk berjuang demi rakyat dalam pencalegannya lagi di tahun 2009 mendatang. Persoalan dia mendapatkan nomor urut 2 dikarenakan perjuangan dan prestasinya di tahun 2004 lalu kemudian juga karena posisinya di struktur kepengurusan partai yang berangkat secara perlahan namun pasti, mulai dari bawah hingga ke tingkat DPC. Dan bukanlah dia mendapatkan nomor 2 itu, karena UU tentang jatah kuota suara untuk caleg perempuan semata. Partai memberikannya karena alasan prestasinya selama ini.

Adalah Kabupaten Badung yang mempunyai Pendapatan Asli Daerah (PAD) tertinggi di Propinsi Bali, sebagai tempat masa kecil Ayu Triyana dibesarkan. Wanita kelahiran Denpasar ini sudah punya track record (rekam jejak) pengalaman yang lumayan lama (lebih dari 15 tahun) sebagai aktivis di partai pendukung Megawati, dia berkeinginan untuk membangun daerah dimana dia pernah tinggal dan dibesarkan juga dikarenakan perhatian dan kepeduliannya pada daerah yang sangat dicintainya ini. Jalur perekonomian di Kabupaten Badung memang sudah ada, baik itu Badung Utara maupun Badung Selatan. Namun karena penyaluran pembangunan dari APBD tidak merata maka, kini terjadi ketimpangan pembangunan. Dalam pengamatannya, Ayu menilai pemerintah masih belum memberikan porsi pembangunan yang pas dan merata untuk daerah pedesaan di Badung, yang saat ini secara ekonomi masih lebih rendah dibandingkan dengan daerah lain, demikian pula tingkat pendidikan rakyatnya masih tertinggal jauh bila dibandingkan dengan daerah lain.

Untuk itulah saya merasa terpanggil untuk mewakili rakyat dari wilayah ini, agar saya bisa turut mengawasi pembuatan kebijakan baik itu penganggaran dan alokasi pembangunan di tingkat propinsi dalam hal ini bidang pembangunan, pendidikan dan kesehatan, demikian imbuh wanita lajang berusia 33 tahun ini.

Dan yang paling penting bagi Ayu adalah bagaimana mengelola keuangan dari hasil PAD Badung untuk kesejahteraan rakyat, karena memang fungsinya DPRD itu adalah budgetingnya (penganggaran) kan?, tanyanya memastikan. Dengan harapan budgeting itu memihak pada rakyat, dimana nanti saya kan pasti terlibat di sana dalam membuat peraturan-peraturan yang memang berpihak kepada rakyat dan tidak merugikan kebhinekaan juga.

Di lain sisi, Ayu yang juga direktris satu perusahaan perdagangan umum ini, menilai bahwa anggaran belanja aparat memang masih lebih besar dari anggaran belanja publik. Dia menganggap anggaran belanja aparat yang identik dengan anggaran belanja rutin itu dikeluarkan dan harus dihabiskan. Sementara masyarakat untuk mencari kredit usaha menengah saja sangat susah. Sang wanita yang pernah ke luar negeri (Australia) ini berharap anggaran belanja daerah bisa dialokasikan untuk membantu usaha perekonomian rakyat yang berorientasi peningkatan kualitas manusianya, misalnya dengan UKM-UKM seperti UNPM (yang digiatkan pemerintah).

Ayu juga memperhatikan bahwa pemerintahan daerah di Badung masih memaksakan diri dengan menganggarkan dana yang terlalu besar untuk membangun gedung berfasilitas mewah untuk kantor pemerintahan, karena mendapatkan pinjaman dari bank, namun tetap saja pembayarannya dari APBD, yang artinya setiap sen-nya dibayar oleh rakyat melalui pajak-pajak yang harus mereka bayar. Ini berkesan sangat memaksakan diri bagi rakyat kabupaten Badung. Saya menentang hal itu, demikian Ayu menegaskan. Baginya rakyat tidaklah terlalu membutuhkan gedung pemerintahan dengan fasilitas mewah seperti itu, tapi bagaimana agar pemerintah bisa mengalokasikannya ke pendidikan juga pemberdayaan ekonomi rakyat kecil. Atau mungkin fasilitas-fasilitas umum yang saat ini sangat kurang. Di daerah Kuta sendiri, fasilitas umumnya masih saya nilai kurang, terbukti dengan terjadinya banjir.

PAD terbesar dari daerah Badung memang adalah pertanian, namun distribusi dari hasil pertanian itu, tidak begitu dibantu oleh pemerintah daerah. Terbukti dengan masih kurangnya perhatian pemerintah pada pembangunan sarana jalan keras di daerah pedesaaan dan pegunungan. Jadi petani itu harus mencari sendiri untuk pendistribusian hasil taninya ke kota. Kadang-kadang hasil taninya ada tapi mereka tidak bisa menjualnya, kan begitu, tanyanya menegaskan dengan sedikit logat Balinya.

Ketika ditanya lebih jauh tentang apa yang telah dia lakukan untuk Bali, Ayu mengungkapkan bahwa setidaknya selama ini dia telah berusaha memberikan pendidikan politik kepada para konstituennya terutama kaum perempuan. Dan hal itu memang sudah dari dulu ia lakukan, bukan sekarang saja karena momentumnya menjelang pemilu, timpalnya menghindari salah persepsi. Menurutnya, dirinya telah bekerja lama hingga ke tingkat desa-desa, dan juga karang taruna. Sehingga sampai masyarakat di pedesaan tidak lagi beranggapan bahwa politik itu adalah sesuatu yang perlu dijauhi, karena memang politik bukanlah satu hal yang perlu dijauhi.

Dia berharap dengan terjunnya ia ke dalam dunia politik, maka masyarakat pedesaan bisa merasakan manfaat kehadirannya di tengah mereka, dengan menjadi tempat menyalurkan aspirasi mereka, karena selama ini kebutuhan mereka belum juga didengar oleh pemerintah daerah, seperti yang dijabarkan sebelumnya.

Ayu pun menjelaskan ketika ditanya apa yang telah dia berikan atau tinggalkan selama sosialisasi ke masyarakat, bahwa dia tidak memberikan barang atribut kampanye apapun seperti kaos, stiker ataupun kalender, kecuali kartu nama saja kepada masyarakat di pedesaan. Bahkan memasang baliho atau spandukpun tidak. Karena dia sudah melakukan kegiatan sosial jauh-jauh hari sebelum kampanye ini saja. Jadi dia menanam investasi di tengah masayarakat Badung, tidak dalam bentuk barang, tapi justru berupa program yang saya tinggalkan, dimana program itu terasa langsung oleh rakyat yang saya kunjungi. Misalnya dari dulu saya sudah bantu mereka buatkan jalan dengan cara memproses proposal proyek mereka kepada pemerintah untuk mempercepat perbaikan desa tersebut.

Dari dulu saya melakukan pendampingan rakyat yang menyampaikan kebutuhan mereka secara massal. Dan itulah sebabnya ia sangat terbuka kepada siapa saja, hal ini ia buktikan dengan mencantumkan nomor teleponnya langsung kepada siapa saja di dalam kartu namanya. Baginya siapa saja bisa menghubungi dan berhubungan dengan dirinya, karena itu adalah konsekwensinya sebagai wakil rakyat, termasuk kepada para wartawan, imbuhnya. Dia hanya matikan handphone setelah jam 12.00 malam, karena waktunya untuk istirahat tidur, sekalipun demikian sungguh kesan super sibuk tap saja tmelekat di diri wanita berpenampilan supel dan mudah bergaul ini.

=====================================================================

A. A. AYU TRIYANA TIRA
CALEG DPRD PROPINSI BALI PDIP, NO. 2, DAPIL KAB. BADUNG

Ttl : Denpasar, 7 Agustus 1975

Agama: Hindu

Alamat: Puri Kawan Carangsari, Banjar Pemijian, Kecamatan Petang, kabupaten Badung
Telepon: 0812.3829.120, 0813.383.99105

Status: Belum menikah.

Riwayat Pendidikan:
-- SDN 3 Ubung, lulus tahun 1986
-- SMP Negeri 10 Denpasar, lulus tahun 1990
-- SMA Negeri Adian 6, lulus tahun 1993
-- Fakultas Hukum, Universitas Udayana, sedang skripsi.

Riwayat Pekerjaan:
-- Direktur PT Anggada Bara Manggara, tahun 2000
-- Manajer Marketing di Aloha Company, tahun 2003
-- Direktur PT Canang Patok Persada, tahun 2004 hingga sekarang

Riwayat Organisasi:
-- Ketua Ranting PDIP selama 2 periode, tahun 1998 - 2003 dan tahun 2003 - 2005
-- Wakil Ketua DPC dari 2005 - 2010
-- Sekretaris Banteng Muda Indonesia (BMI) Prop Bali, tahun 2003 - 2005
-- Ketua GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) Prop. Bali
-- Ketua Srikandi Demokrasi Indonesia Prop. Bali, tahun 2006 - 2011.
(Sidik Rizal)

Sunday, November 23, 2008

Fariani Sugiharto, B.Sc., MBA. Caleg DPR RI Partai Demokrat, dapil Kota Bekasi & Kota Depok

Saat sebagai Koordinator Wilayah DI Yogyakarta, bersama Ketua DPD Partai Demokrat Yogyakarta yang juga merupakan salah satu putra Sri Sultan Hamengkubuwono IX, adik dari Herdjuno Darpito (Sri Sultan Hamengkubuwono X).

POLITIK ADALAH SPIRITUAL

Fariani Sugiharto, adalah seorang wanita cantik, yang telah mengalami pengalaman rohani yang sangat luar biasa dan mungkin karena perhatian dan kepeduliannya terhadap sinyal-sinyal rohaniah yang datang dari Allah lah yang kini selalu membimbingnya menempuh jalan kehidupannya setiap saat.

Saat saya menemuinya di rumahnya di Kemang Pratama, ia sedang menerima beberapa tamu. Penampilannya yang cerah dan penuh senyum wanita ini mempersilahkan kami masuk ke dalam rumahnya.

Wanita yang terlihat cantik dan berpenampilan oriental adalah penulis Buku
"9" Code, Angka Fenomenal Religius yang lumayan potensial untuk jadi bahan diskusi lebih serius. Wanita beranak dua ini merasakan bahwa apa yang ditulisnya dalam buku tersebut adalah sebuah kebenaran yang memerdekakan hati, menjernihkan pikiran, menajamkan rasa, penglihatan dan pendengaran serta meninggikan derajat bangsa. Dan sering kali dia mempertegasnya bahwa apa yang pernah dialaminya itu adalah sesuatu yang sangat luar biasa dan dahsyat.

Fariani menyadari bahwa Sang Khalik menyentuh dan menyapa dirinya melalui kode tertentu. Bahwa pesan atau tanda-tanda (dalam ajaran Islam disebut sebagai ayat-ayat kauniyah) yang disampaikan Allah kepadanya juga dapat ditangkap oleh manusia lain, namun tak sedikit pula yang tak bisa menangkap pesan-pesan tersembunyi tersebut.

Ini pengalamannya yang sangat luar biasa yang pada akhirnya membawanya terjun ke dunia politik, dan mbak Annie menjadi caleg dari partai yang telah menyentuh hatinya semenjak awal pendiriannya. Ada cerita unik yang membawanya memilih partai pendukung SBY ini. Dalam buku yang ditulisnya, "9" Code, Angka Fenomenal Religius, halaman 95, (dari http://bukubukufarianifariani.blogspot.com) isinya:


".... Sehubungan dengan Partai Demokrat dan kode "9", saya mengalami tiga kali keterkejutan.
Keterkejutan pertama. Ternyata Partai Demokrat menggetarkan saya dengan nomor urut yang berkode kepada saya. "Ha...??? Ada apa denganmu Partai Demokrat dengan Nomor Urut "9"?

Kode "9" pun melingkungi Partai Demokrat sebagaimana banyak informasi yang didapatkan dari media massa. Informasi ini didukung oleh Akbar Faisal dalam bukunya "Partai Demokrat & SBY". Proses yang dilalui sebelum pembentukan Partai Demokrat melibatkan 9 orang yang disebut Tim "9" .

Dari Tim 9 tersebut kemudian terbentuk sejumlah nama sebagai Deklarator Partai Demokrat yang berjumlah 99 orang.

Proses pendirian Partai Demokrat juga membutuhkan waktu "9" bulan.

Rentetan kode "9" yang diperlihatkan Allah di hadapan saya melalui peristiwa yang saya alami berhubungan dengan Partai Demokrat berikut ini bisa tidak berarti bagi orang lain. Tapi bagi saya hal ini mempunyai detakan religius yang bermakna kebersambungan dengan Allah dalam bentuk perlindungan, pertolongan, pencobaan dan pemberitahuan kebesaran Allah.

Inti makna dari kisah yang saya alami sehubungan dengan kode "9" di Partai Demokrat adalah saya menjadi praktisi sadar sesadar-sadarnya bahwa Allah selalu menyertai saya. Kesadaran saya ini memberikan efek menyerahkan segala ambisi dan obsesi seorang manusia politik kepada Allah setelah mengusahakan semaksimal mungkin, sebagaimana dalam kisah-kisah di bawah ini...."

Dari tulisan bukunya tampak bahwa terjunnya dia di dunia politik melalui Partai Demokrat adalah karena pesan-pesan dari Allah melalui mimpi-mimpi dan kini menjadikannya caleg DPR RI 2009.

Bila orang mengajak berdiskusi dengan wanita berdarah Palembang ini tentang filosofi kehidupan dan kode "9" maka ia akan menyediakan waktu berjam-jam dan tak akan habis seharian bila dituruti. Dia pun tak jarang mengucapkan maaf yang berulang-ulang bila perbincangan kami terlalu panjang hingga tak sadar wawancara yang niatnya hanya sebentar itu telah lewat lebih dari 3 jam. Sungguh Fariani, seorang yang sangat enak diajak berdiskusi, karena bukan saja smart dan bisa diajak berbincang apa saja, namun karena body language-nya yang sangat bersahabat dan welcoming bagi siapa saja lawan bicaranya. Fariani tak luput dari diskriminasi, karena dengan penampilan fisiknya yang Chineese Looking, kerap beberapa temannya menganggap ia non-muslim. Belum lagi buku yang ditulisnya sarat dengan nama-nama Yesus dan kutipan beberapa ayat Al-Kitab (Injil), padahal tak sedikit ia mengutip ayat-ayat Al-Qur'an. (Sayangnya tidak ada tulisan Al-Qur'an dalam bahasa Arabnya, jadi hanya sekadar terjemah dan tafsirnya semata).

==============================================================

Biodata
Fariani Sugiharto, B.Sc., MBA.

TTL (umur):
Palembang, 9 Februari, 1961 (47 tahun)

Agama:
Islam

Jenis Kelamin:
Perempuan

Status: Menikah
Suami:
Ir. Sugiharto Supeno
Anak :
- Chika Lolita Sugiharto (Semester 1 Komunikasi UI)
- Al Kautsar Sugiharto (Ocha) - (Goethe Institute, persiapan kuliah di Jerman)

Orangtua:
- Ayah: Falini Ali
- Ibu : Bunaya Ali


Saudara Kandung:
1. Firdaus Ali (kakak)
2. Srimarwati Ali (kakak)
3. Oliva Ali (kakak)
4. Denny Januar Ali (adik)
5. Diana Dewi Ali
(adik)

Alamat:
Jln. Citra Niaga 2 Blok Blok AJ No.9 Kemang Pratama I, Bekasi 17116 Jawa Barat

RIWAYAT PENDIDIKAN

2004 - sekarang:
--
Sarjana Ilmu Pendidikan (S.IP.)
.. Semester VIII, Universitas Terbuka.
.. Jln. Pramuka Raya, Rawamangun, Jakarta Timur

1991 - 1993 (2 tahun)

--
Master in Business Administration (MBA)
.. Indonesian Institute of Management (cooperated with Pittsburg State University, USA)
.. Jln. Halimun No. 2, Guntur Jakarta Pusat (sekarang Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen)

1982 - 1984 (3 tahun)
-- Bachelor of Science (BSc)
.. Akademi Bahasa Asing "Indonesia"
.. Jurusan bahasa Inggris
.. Jln. Menteng Raya Jakarta Pusat
Effective Persona

KURSUS/DIKLAT YANG DIIKUTI
a.- Melalui E-mail oleh Success International Institute, New Zealand:
... Dec 1997 - Feb 1998 : The Dinamyc of Personal Goal Setting
... July 1997 - Nov 1997 : Sales Manager Motivation Program
... Jan 1997 - Mar 1997 : Making of a Champions
... Nov 1996 - Jan 1997 : Effective Personal Leadership

b.- Melalui e-mail oleh Leadership Management International for Indonesia:
... Jul 1996 - Aug 1996 : Effective Personal Productivity

c.- International training oleh Success Motivation International Institute:
... 16 - 20 Nov 1997 : Actioning the Goals di Bali
... 20 - 25 Jul 1997 : Quest dor Success di Seoul, Korea.
... 10 - 14 Mar 1997 : Facilitation Training (Training for Facilitator) di Singapore
... 10 - 15 Nov 1996 : Training vs People Development di Subang Jaya, Malaysia
... 25 Okt - 4 Nov 96 : New Zealand Development Conference, Taopo, Auckland, New Zealand

d.- Kursus:
--. 18 - 24 Jun 2003 : Penataran Tenaga Inti Pendidikan Pendahuluan Bela Negara
... untuk Parpol oleh: Departemen Pertahanan RI, Dirjen Potensi Pertahanan
--. 14 - 16 Okt 1994 : Public Relation, Protokol, Retorika dan Conference Mgmt,
... oleh Indopurels dan Harian Umum Jayakarta.
--. Aug 1980 - Feb 1981 : Secretarial dan Managerial Extension Course
... (6 bulan) : Indonesian College, Menteng. Jakarta Pusat.

RIWAYAT ORGANISASI
a.-- Organisasi Sosial Politik:
- 2004 - sekarang:
... Partai Demokrat
... Jln. Pemuda Raya No. 712, Rawamangun, Jaktim
- Feb 2008 - sekarang:
... sebagai Wakil Sekjend DPP Partai Demokrat
- 2005 - Feb 2008:
... sebagai Wakil Ketua Departemen Hub. Luar Negeri

- 1998 - 2004:
... Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) Indonesia,
... Jln. Cilandak Raya KKO No. 32, Jakarta Selatan,
... sebagai Pendiri dan Ketua Badan Litbang, D.P. Nasional.

- 1998:
... Partai Kebangsaan Merdeka
... Sebagai Wakil Sekretaris Jenderal, Dewan Pimpinan Pusat

... Partai Perempuan Indonesia
... Sebagai Pendiri

RIWAYAT PEKERJAAN
- 2003 - sekarang:
... Wiraswasta

- Mei 1997 - 2003:
... Global Success, Multicultural Management Consutant
... (Kantor Pusat di California, USA)
... Sebagai Country Representative for Indonesia

- April 1997 - 2002:
... Success Motivation International Institute (SMI)
... (Kantor Pusat di Texas, USA)
... sebagai General Director / Center of Influence for Indonesia

- Juni 1996 - April 1997:
... PT Bina Insan Artist
... Leadership Management International (LMI for Indonesia)
... (Kantor Pusat di texas, USA) masih grup SMI di atas
... Sebagai Direktur

- 1994 - 1996
... Pekerjaan Pokok dalam Advisary Assignment, antara lain:
--- ICEA (Ingenieurs Council et Economistes Associes)
... Jasa Konsultan untuk ICEA dalam misi Appraisal Proyek telekomunikasi
... Pemerintah Perancis, khususnya dalam hubungan dengan
....perusahaan telekomunikasi, administrasi dan logistik di Indonesia.
--- Cikarang Lippo City
... Pekerjaan pokok dalam Financial Aspect Feasibility Study of Water Supply

- 1991 - 1993
... (Konsentrasi 100% untuk Sekolah MBA)

- 1987 - 1991
... PT Suma Surya (Holding Company. Suma Group)
... Sebagai Asisten General Affair Manager

1984 - 1987
... Ove Arup & Partners International Ltd.
... (British Consultant)
... Sebagai Perwakilan di Indonesia
... dalam mengatur dan mengoperasikan bisnis konsultan Britis Indonesia

RIWAYAT PERJUANGAN:
- Juli 2003 - Apr 2004:
... Forum Komunikasi Parpol Bela Negara (FKPBN)
... Alumni Targati (Penataran Tenaga Inti) VII Bela Negara
... Departemen Pertahanan RI sebagai Sekretaris Jenderal

- 2002 - 2004:
... Koalisi Perempuan Indonesia (KPI)
... Cabang Bekasi sebagai Anggota

1998 - Pemilu 1999:
... Gerakan Perempuan Sadar Pemilu (GPSP)

Kontak XAMthone Plus Bekasi (021)606.36235 - 081.385.386.583

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

ChatBox

Popular Posts